Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Cerita Perjalanan Hidup

 
Cerita Perjalanan Hidup

Setiap manusia pasti memiliki perjalanan hidupnya masing-masing. Entah itu sedih atau bahagia, yang pasti perjalanan hidup seseorang menarik untuk disimak dan diambil pesan moralnya. Bahkan orang yang selalu bahagia pun harus dijadikan sebagai role model agar kita selalu optimis dalam hidup.

Blog milik Maria Tanjung Sari ini lahir sebagai perwujudan atas keinginan penulisnya dalam merangkai semua perjalanan hidup yang pernah dialami secara pribadi maupun pengamatan lingkungan sekitar. Mungkin 2 tahun lalu pemilik blog ini merupakan seseorang yang sangat introvert sekali dalam hidupnya.

Tidak ingin bergaul, menutup diri dari semua koneksi yang menghubungkannya dengan dunia luar agar tidak ada pertanyaan yang menghampiri "sudah hamil belum". Pertanyaan yang selalu membuat penulis takut berhadapan dengan banyak orang.

Sampai akhirnya pemiliki blog ini lelah dengan selalu bersembunyi di hadapan banyak orang. Mau sampai kapan bersembunyi demi menghindari pertanyaan tersebut. Selama masih hidup di dunia, ya akan selalu mendapat pertanyaan itu. Kenapa tidak dihadapi saja dengan jawaban menohok, pikir penulis di kala itu.

Tahun 2019 tepatnya pada bulan Juli, pemilik blog ini secara resmi keluar dari persembunyiannya dan mulai bergabung dengan beberapa komunitas penulis. Menjadi blogger bukan cita-cita saya sebelumnya. Bahkan dulu tidak tahu apa sih blogger itu. Sampai akhirnya saya tahu bahwa menjadi blogger bisa mendapat penghasilan yang tidak main-main. Dengan catatan dilakukannya dengan konsisten lho!

Percuma melabelkan diri sebagai seorang blogger namun tidak pernah rutin menulis sama sekali. Punya blog TLD iya, namun mengisi dengan tulisan itu yang sulit. Menulis saja mudah, namun menulis dengan berkualitas itu yang sulit.

Sampai hari ini pun saya masih belum mengatakan diri ini mahir menulis. Malah masih jauh dari harapan sebagai blogger berkualitas. Namun saya tidak pantang menyerah. Menjadikan teman-teman blogger di luar sana sebagai role model merupakan jalan untuk memperbaiki kualitas tulisan sendiri.

Tahun 2019 sampai tahun 2021, artinya sudah 2 tahun saya ngeblog dan tidak menyangka saya sudah konsisten sejauh ini. Sayang banget jika harus saya tinggalkan apa yang telah dibangun saat ini.

Ohya, apa saja sih yang sudah saya korbankan ketika menulis di blog? Berikut jawabannya:

1. Waktu Luang

Jadi bisa dikatakan waktu luang saya tersita di dunia blogging. Ada keasyikan tersendiri ketika berhadapan dengan laptop dan aplikasi Canva misalnya untuk membuat grafis pada blog.

Mungkin orang lain akan berkata, "wah bagus donk, waktu luangmu berguna tidak hanya rebahan saja". Memang benar adanya, namun sekali waktu saya tetap rebahan sambil scrolling media sosial kok sebagai pengusir rasa jenuh.

2. Waktu Tidur

Tahun 2020 saya pernah ikut kelas ngeblog yang hampir menerapkan militerisme dalam sistemnya. Wah, saya takut donk jika tereliminasi di awal babak hanya kelalaian saya. 

Akhirnya saya selalu berusaha mengikuti kelas sampai akhir walaupun itu pukul 23.00 WIB dimana saya tidak pernah tidur selarut ini.

Sebelum mengenal blog, jam tidur saya rutin di pukul 20.00 WIB dan itu berubah drastis semenjak banyak dikejar deadline menulis, hihihi. Harus disyukuri sih karena tidak banyak orang seberuntung saya bisa mendapat pekerjaan freelance dengan ngeblog seperti sekarang. Skill menulis ini akan tetap saya pelihara dan asah agar tidak tumpul.

Penutup

Itulah sepenggal cerita perjalanan hidup saya selama kurun waktu 2 tahun terakhir ini dan mungkin menginjak tahun ke-3 saya memutuskan menjadi seorang blogger.

Blog ini merupakan blog keenam saya dimana sebelumnya tidak pernah terpikir akan beternak blog. Namun mentor saya bilang ternak blog memiliki beberapa benefit salah satunya mendatangkan penghasilan.

"Penghasilan", sebuah kata yang selalu terngiang-ngiang di telinga saya. Siapa sih yang tidak ingin mendapat penghasilan alias cuan. Bahkan orang kaya saja ingin menambah pundi-pundinya agar selalu nampak banyak. Apalagi saya yang mungkin masih dikatakan pas-pasan ini.

Jadi, tunggu apa lagi. Jangan ragu menulis cerita perjalanan hidup kalian dengan kemasan yang positif. Siapa tahu saja ada yang melirik tulisan kalian dan memberikan peluang untuk menjadikan hal tersebut penghasilan.

Posting Komentar untuk "Cerita Perjalanan Hidup"